BERITA TERKINI

MENJELANG AKREDITASI SEKOLAH 2012

Ditulis oleh Unknown ~ 3 Agustus 2012


akreditasi

Jika tak ada aral melintang, 03-04 Agustus 2012, SMP Negeri 2 Serang Baru akan mengikuti proses kreditasi. Sebagaimana diketahui, akreditasi sekolah merupakan kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah. 

Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah: Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87, dan Permendiknas No. 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah-Madrasah. Tujuannya adalah untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan; dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah.Sejalan dengan kegiatan reformasi birokrasi yang ada di lingkungan Kemdiknas demi mewujudkan layanan prima kepada publik, maka layanan akreditasi sekolah/madrasah menjadi salah satu program dalam reformasi layanan. Reformasi layanan mengacu pada UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sehingga mewujudkan sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari reformasi layanan akreditasi sekolah/madrasah ialah memberikan kemudahan kepada pemangku kepentingan dalam mendapatkan layanan akreditasi.
Sebagai sebuah institusi pendidikan yang berusaha untuk memberikan pelayanan publik secara optimal, SMP Negeri 2 Serang Baru, insyaallah siap untuk mengikuti proses akreditasi sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan fungsinya, akreditasi sekolah akan sangat bermanfaat: 

  • untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator amalan baik sekolah, 
  • untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan 
  • untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi.


Berkaitan dengan proses akreditasi sekolah tersebut, kami juga berbenah untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan visitasi yang akan dilakukan oleh tim asesor ke sekolah dalam rangka pengamatan lapangan, wawancara dengan warga sekolah, verifikasi data pendukung, serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek akreditasi. Mengingat demikian penting proses akreditasi untuk menilai kinerja sekolah, segenap warga sekolah telah melakukan koordinasi, termasuk pembagian tugas di bawah tanggung jawab kepala sekolah.
Berikut adalah susunan panitia Akreditasi SMP Negeri 2 Serang Baru Tahun 2012 yang siap bekerja keras untuk mempersiapkan segala perangkat, dokumen, dan instrumen lain yang berkaitan dengan wewenang dan tanggung jawabnya. 

         Penanggung Jawab: Kepala Sekolah (H.Djadjang Syarip hidayat, S.Pd)

  1. Penanggung Jawab Standar Isi                                             :   Septa Nurahman, S.Pd
  2. Penanggung Jawab Standar Proses                                    :   Setiawan Arif, S.Pd
  3. Penanggung Jawab Standar Kompetensi Kelulusan       :   M.Endin S.Pd
  4. Penanggung Jawab Standar PTK                                         :   Kusmiati, SE
  5. Penanggung Jawab Standar Sarana dan Prasarana       :  Tuti wahyuningrum, S.Pd
  6. Penanggung Jawab Standar Pengelolaan                         :  Yoyok Dariyo Ismoyo, S.Pd
  7. Penanggung Jawab Standar Pembiayaan                         :   Erni Nursanti, S.Pd
  8. Penanggung Jawab Standar Standar Penilaian               :   Adi Abdul Hadi, S.Pd.I
Operasional                                   :  Endang Septaningsih, S.Pd, Yulianti SE
Dokumentasi dan Publikasi       :  Raden Rachman Surachman, A.Md
Konsumsi                                       :  Lilis Yuliana A.Md, Sari Setyaningsih, Cari'ah, A.Md.
Perlengkapan dan Keamanan   :  Nurdin
Pembantu Pelaksana                  :  Nurdin Saprudin
dan Segenap Guru SMPN 2 Serang Baru

Persiapan dan koordinasi tersebut tidak akan banyak manfaatnya jika tidak diimbangi dengan kekompakan segenap warga sekolah. Oleh karena itu, dengan menggunakan prinsip kolegial dan kolektivitas, kami siap bekerja dan bahu-membahu guna menyongsong proses akreditasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 
Segenap keluarga besar SMP Negeri 2 Serang Baru mengucapkan selamat datang kepada Tim Asesor Akreditasi Sekolah, semoga berlangsung dengan lancar dan sukses. **

PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA BARU 2012 / 2013

Ditulis oleh Unknown ~ 10 Juli 2012


Pengumuman Penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2012/2013 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 di SMPN 2 Serang Baru, yang sebelumnya para calon siswa menempuh Ujian Masuk Sekolah yang dilaksanakan serentak pada tanggal. 2 Juli 2012

    

Terlihat Kepala Sekolah H.Djadjang Syarif Hidayat S.Pd sedang memantau PPDB pada saat pelaksanaan pengumuman siswa yang lulus Seleksi Masuk tahun Pelajaran 2012/2013


Bpk.Septa Nurahan S.Pd (Wakasek Kurikulum ) sedang memanggil calon siswa yang lulus TES , ditemani Ibu Lilis dan Ibu Tuti dalam membagikan Surat Tanda Lulus. 
Para dewan Guru SMPN 2 Serang Baru siap membina para siswa yang telah diterima dengan penuh tanggung jawab, sehingga tercetak para siswa yang handal dan kompetitip dalam menghadapi persaingan global.

4 TIPE KEPALA SEKOLAH

Ditulis oleh Unknown ~ 14 Juni 2012


Sebagai sebuah organisasi, sekolah merupakan lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang saling terkait dan menentukan. Berkembang tidaknya sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. Ia seorang pejabat formal, manajer, pendidik, juga sekaligus sebagai staf. 
Sebagai pejabat formal kepsek diangkat melalui proses, prosedur dan peraturan yang berlaku. Artinya tidak sembarang guru dapat menjadi ‘orang nomor satu” di sebuah sekolah. Serangkaian proses seleksi harus dijalani, mulai dari persyaratan administrasi, tes hingga hal lainnya.

Berkembang tidaknya sebuah sekolah memang pertama-tama ditentukan oleh faktor pemimpin. Itu sebabnya tidak bisa seseorang ujug-ujugnya menjadi kepala sekolah. Salah-salah mengangkat kepala sekolah, sebuah sekolah malah bertambah buruk kualitasnya.

Jika diibaratkan tubuh manusia, pemimpin adalah otaknya. Otak adalah bagian utama yang membuat seluruh organ tubuh berfungsi. Otak memungkinkan seluruh tubuh melakukan suatu pekerjaan, menghasilkan sesuatu atau mencapai suatu tujuan sesuai ide sang otak. Bahkan selagi otak berfungsi dengan baik, seseorang dapat bepergian ke mana saja meski tidak memiliki tangan dan kaki.

Sebagaimana otak manusia yang dipilahkan ke dalam tipe genius, cerdas, normal dan bawah normal, kualitas pimpinan sebagai “otak sekolah” juga beragam. Ada pemimpin sekolah yang cerdas, kreatif, dan penuh tanggung jawab, tapi ada pula yang kurang kreatif, kurang cerdas dan kurang bertanggung jawab.

Pemimpin bertugas untuk membimbing dan mengarahkan bawahan agar bekerja sesuai tujuan sekolah. Oleh karena itu, pemimpin sekolah dituntut memiliki keberanian dan kemampuan menggerak-kan bawahan, siswa dan wali murid agar arahan dan instruksinya didengar dan dilaksanakan.

Secara sederhana, tipe kepemimpinan kepala sekolah dapat dikelompokkan sebaga berikut ini:

1.Tipe Tim Leader/Pemimpin Profesional


Ini adalah tipe paling ideal. Pemimpin tipe ini fokus pada tujuan sekolah dan mampu menjalin hubungan baik dengan seluruh stake holder sekolah.
Team Leader sekolah haruslah orang yang paling paham tujuan, cara dan langkah-langkah mencapai target program dan target kerja secara terprogram, mensupervisi dan mengevaluasi, serta mempertanggung jawabkannya dalam bentuk laporan kerja.
Melalui seperangkat program kerja, tim leader berani dan mampu mengendalikan dan mengarahkan guru, pegawai, siswa dan wali murid untuk mencapai tujuan sekolah.
Kemampuannya menjalin hubungan baik dengan bawahan dan seluruh stake holder memungkinkan kerjasama yang kompak dan penuh kesadaran. Tipe ini mirip pola kepemimpinan tim sepak bola. Setiap tim biasanya memiliki kapten yang bertugas pengatur tim. Sebagai pemimpin, kapten sepakbola juga turut bermain dengan baik.
Karakteristik dan pola kepemimpinan team leader di sekolah tidak boleh asal bentuk. Team leader adalah guru terbaik di sekolah. Dia mampu memberikan contoh terbaik bagaimana menyusun program, rencana pembelajaran berikut instrumen yang diperlukan. Dia juga paling mampu memberi contoh pembelajaran terbaik.
Selain itu guru tersebut harus memiliki kelebihan itu memungkinkannya mampu mensupervisi dan mengevaluasi kinerja bawahannya.
Hubungan baik dan kesamaan panda-ngan memungkinkan semua orang bekerja sama secara kompak. Dia juga harus memi-liki kelebihan lain, terutama dalam hal ke-pemimpinan, managemen dan administrasi, sehingga mampu mengendalikan pengelo-laan sekolah sesuai garis kebijakan dan tujuan yang ditetapkan.
Tipe kepsek ini memerlukan kesamaan pandangan, kemampuan dan semangat juang seluruh tim, sehingga tugas dapat dibagi merata.

2. Tipe Pemimpin Idealis

Ini adalah tipe paling umum. Pemimpin idealis adalah orang yang fokus pada tujuan, hingga kadang kurang menjalin hubungan baik dengan semua komponen sekolah.
Kepemimpinan tipe idealis merupakan yang paling umum di sekolah-sekolah rintisan yang maju. Mereka mampu mencapai hasil bahkan lebih baik dari tipe tim leader. Ia fokus pada tujuan menjadikan guru dan pegawai harus bekerja keras. Akibatnya, mereka kadang merasa berat dan tertekan ketika berada di bawah pemimpin idealis yang sarat dengan target kerja betapaun kondisi dan kemampuan bawahannya.
Tipe ini mengacu pada tipe kepemimpinan birokrasi, militer dan perusahaan yang dihadapkan pada target kerja yang ketat. Tipe ini cocok untuk sekolah rintisan atau sedang bermasalah. Pemimpin yang tegas diperlukan ketika berhadapan dengan situasi yang tidak solid, tidak efektif atau terancam.

3. Tipe Kepsek “Nyantai”

Ini adalah tipe kepemimpinan yang buruk dan paling umum terjadi di sekolah-sekolah pedesaan. Kepala sekolah memiliki jalinan hubungan baik dengan bawahan, siswa dan wali murid tetapi bukan dalam konteks memuluskan tercapainya tujuan sekolah.
Kepala sekolah semacam ini biasanya paling disukai bawahan. Meski tidak efektif, suasana sekolah biasa terasa kompak, karena hubungan baik tersebut lebih menonjol dari segi hubungan pertemanan, bukan relasi profesional.
Ciri paling umum dari tipe kepala sekolah ‘nyantai’ ini adalah ia tadinya merupakan guru paling berpengaruh di sekolah karena kemampuan berkomunikasinya, meski sebenarnya bukan guru terbaik. Penguasaan konsep kerja sepenggal-penggal, tapi banyak berbicara meski sebenarnya tidak fokus.
Selain itu dalam penguasaan managemen, administrasi, dan didaktik-metodik rendah, bahkan di bawah guru kebanyakan. Akibatnya, dia tidak mampu melaksanakan tugas-tugas supervisi, evaluasi, apalagi membimbing guru yang lain.
Tipe kepsek nyantai umumnya mempunyai kualitas kepemimpinan (leadership) yang rendah dan instan, sehingga disertai dengan terjadi kepemimpinan terbalik. Kepala sekolah justru segan dan tidak berani memberi instruksi pada bawahan, padahal seharusnya bawahan yang segan kepadanya.
Akan tetapi kepsek tipe ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan guru, siswa dan wali murid yang baik, sehingga sering kali mampu menutupi kelemahan sekolah. Ciri lainnya, managemen sekolah kurang efisien, karena suka mengadakan kegiatan yang berskala massive.
Sudah barang tentu kepemimpinan seperti ini tidak efektif. Arah program dan kualitas pembelajaran di sekolah tidak akan terfokus pada tujuan yang seharusnya ditetapkan dengan cermat.
Meski demikian, tipe kepemimpinan seperti ini bukan tidak ada gunanya. Kepemimpinan semacam ini biasanya dibutuhkan untuk kepentingan jangka pendek. Para pemimpin semacam ini biasanya dibutuhkan oleh para politisi, tapi bukan sekolahan.
Mereka mampu memobilisasi massa, seperti menggerakkan demonstrasi atau dukung mendukung pejabat. Pada tingkat tertentu mereka mampu memanipulasi emosi banyak orang hingga tanpa berfikir panjang tergerak mendukung atau menentang sesuatu.

4. Tipe Gambar/Simbol

Ini adalah tipe kepemimpinan paling buruk, tetapi banyak juga sekolah yang dipimpin oleh pemimpin semacam ini. Pemimpin hanya berperan sebagai gambar atau simbol belaka.
Keberadaannya seolah hanya sebagai syarat kelengkapan saja. Kepemimpinan semacam ini dapat dijumpai pada kepala sekolah dengan ciri-ciri, seperti jarang berbicara mengenai urusan riil di sekolah, karena tidak memiliki konsep pengelolaan sekolah (zero vision) dan fokus pemikirannya tidak ke sekolah.
Tipe ini juga ditandai dengan pekerjaan ‘tanda tangan saja, karena secara riil tidak menguasai tugasnya, baik edukatif, managerial hingga administratif.
“Pada dasarnya tipe kepsek ini lebih nyaman berada di luar sekolah, dan merasa kurang hidup saat berada di sekolah. Ini aneh sekali bagi kami,”.
Kepsek simbol ini, cenderung pasrah dan biasa mewakilkan tugas sepenuhnya pada orang lain. Dan yang paling sering dilakukannya adalah menghindari supervisi, evaluasi dan kurang suka ikut pelatihan (managamen, administrasi dan pembelajaran).
Ciri lain, ia kurang suka melakukan rapat dan evaluasi dengan guru, pegawai maupun stake holder sekolah yang lain, karena tidak tahu apa yang harus dibahas. Bahkan akhirnya ia jarang berinteraksi dengan siswa secara langsung, karena visi edukatifnya lemah.
Ia juga sering menunda-nunda pekerjaan, mencari-cari alasan, menyalahkan situasi, aturan atau orang lain karena pada dasarnya tidak mampu melaksanakan tugas, juga tidak berani mengatasi keadaan.
Sudah pasti, ini bukan tipe kepala sekolah yang ideal, sebab pada dasarnya pemimpin semacam ini adalah orang yang tidak siap memimpin.
Secara mental, mereka tidak memiliki kemampuan dan keberanian seorang pemimpin. Selain tidak efektif, pemimpin simbol menjadikan suasana sekolah cenderung tidak kondusif.
Itulah secara singkat empat tipe kepala sekolah. Kepsek di sekolah Anda termasuk tipe yang mana? Silahkan cocokan saja.

MENJADI GURU MEMANG MENYENANGKAN


Menjadi guru bukan impian saya, tapi impian teman saya sejak kecil. Juga mungkin impian Anda. Waktu kecil ia membayangkan berdiri di depan kelas, bermain dan berbincang bersama mereka sepertinya sesuatu yang menggembirakan. Dan, cukup menakjubkan bahwa angan-angan itu kini tercapai.
Dahulu teman saya itu tidak berani berbicara, apalagi di depan orang banyak. Itu saja sebenarnya cukup menutup pelu-angnya untuk menjadi guru. Sebab seorang guru dituntut pintar bicara dan harus bicara. Kalau bicaranya setengah jam sekali, siswa bisa pada tidur atau kabur dari kelas.
Sekarang pertanyaannya, dari mana ceritanya Anda jadi Guru? Tentu kisahnya beragam. Dari yang ujug-ujug, tanpa cita-cita bahkan mimpi, sampai yang benar-benar terobsesi jadi guru di kala kecil.
“Kalau saya memulai profesi ini dengan mengajar privat. Berawal dari satu anak, dua anak, kemudian kelompok berlanjut satu kelas dengan jumlah murid terbesar sebanyak 45 siswa. Bermula dari anak-anak usia 3 tahun sampai kemudian karyawan. Akhirnya jadi guru,” ujar teman saya itu.
Ia kini mengaku bahwa menjadi guru adalah pembelajaran yang sangat baik untuk dirinya. “Saya belajar bertanggung jawab, disiplin, sekaligus ketegasan,” ucapnya yakin dan tulus.
Konon, menjadi guru membuat dirinya belajar pula untuk mendengarkan, memper-hatikan dan memaafkan. “Tentu, sampai saat ini pun saya masih belajar untuk semua hal di atas.” katanya. Ya guru memang tugasnya mendidik dan mengajar, tapi ia juga jangan lupa untuk terus belajar. Biar ilmunya kian banyak dan berisi, biar ilmunya up to date dan tak basi  selalu.

Sejak Hari Pertama
Pearl Rock Cane, seorang professor Pendidikan di Teachers College, Columbia University pernah mengatakan bahwa tidak seperti jenis pekerjaan lainnya, pegawai baru diberi tugas terbatas untuk tahun pertama ia bekerja sebelum kemudian ia dianggap cukup berpengalaman untuk memikul tang-gung jawab yang lebih tinggi atau membuat keputusan mandiri, maka seorang guru ha-rus melakukan itu semua sejak hari pertama ia mengajar. Dan seringkali guru baru justru mendapatkan kelas yang paling sulit. Ini betul sekali.
Menjadi guru kemudian menyadarkan bahwa tugas kita tidak hanya mengajar, tapi seringkali seorang guru pun terserap ke dalam kehidupan pribadi mereka (siswa).
Kelembutan, kasih sayang dan ketega-san adalah hal yang berbeda. Namun kita se-ringkali terjebak di dalamnya. Dengan alasan sayang kita membolehkan mereka mencontek, atas nama ketegasan kita melakukan hukuman fisik kepada anak, dan lain-lain.
“Saya cukup tegas untuk masalah yang berkaitan dengan moral. Memang itu jadi dilema tersendiri. Tapi saya berusaha meme-gang teguh keyakinan saya. Saya tidak sampai sih merobek ulangan anak yang mencontek,” ujar dia.
Ia mengaku dirinya sebenarnya terkadang ka-sihan melihat anak-anak kesulitan menjawab soal ulangan atau tes. Tapi menurutnya, ia akan lebih merasa bersalah lagi jika guru  membiarkan mereka berbuat kecurangan. “Saya tidak ingin anak-anak itu hancur ketika nanti mereka menhadapi dunia yang sesungguhnya,” begitu ia beralasan jauh.

Toleransi
Salah satu kebaikan yang ia pelajari selama menjadi guru adalah betapa anak-anak mempu-nyai toleransi yang tinggi terhadap sebuah kesalahan. Mereka sungguh pemaaf. Sung-guh tepat kata Pearl Rock Cane, “Ruang kelas menawarkan potensi untuk perubahan dan pertumbuhan bagi siswa dan guru.”
Guru dan siswa belajar bersama untuk menjadi lebih baik.
Teman saya ini, masih ingat ketika ia gagal menyampaikan pembelajaran di sebuah kelas, ketika anak-anak memusuhinya.
“Saya mungkin akan meninggalkan pekerjaan ini selamanya seandainya saat itu mereka tidak memberikan saya kesempatan. Saya begitu kagum dengan ketulusan mereka.” kenangnya.
Di tengah anak-anak, guru seharusnya selalu merasa belajar hal-hal baru yang menakjubkan, yang kadang tak mampu kita lihat sebagai orang dewasa.
Kini yakinkanlah bahwa menjadi guru tugas yang sangat mulia. Maka hari-hari di sekolah bakal terasa mengasyikkan. Pikiran Anda akan dipenuhi oleh keinginan untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan memudahkan bagi mereka. Kepuasan seorang guru adalah ketika mereka (anak didik) menikmati pengajaran yang saya berikan. Apalagi jika itu bisa memotivasi mereka.
Itu sebanya guru harus membuat suasana kelas menjadi menyenangkan. Ini adalah salah satu alternatif untuk mengoptimalkan proses belajar dan mengajar. Logikanya jika suasana di kelas menjadi menyenangkan akan mem-buat siswa lebih fokus pada kegiatan yang sedang berlangsung dan ketika fokus maka perhatian anak hanya pada satu kegiatan, tidak ada pikiran mereka untuk mengalihkan pada kegiaaan yang lain. Oleh karena itu dampak positif yang diperoleh, metari yang diberikan oleh guru akan lebih mudah dipa-hami dan diresapi anak. Dan itu akan berbekas seumur hidupnya.
Salah satunya kisah ini. Adalah mengharu-kan ketika suatu hari seorang anak berkata kepada seorang guru “Ibu Ani, saya sekarang kuliah di jurusan komputer. Saya juga mengajar design, seperti yang pernah Ibu ajarkan ke saya. Saya ajarkan pula ke anak didik saya. Terima kasih ya, Bu.
Anda mungkin bakal menangis haru bila menerima surat atau SMS dari murid Anda duku seperti itu.  Walau mungkin saja anak itu berlebihan, tapi itu kenyataan. Walau mungkin Anda hanya mengajari ia sedikit saja tentang design kala di SMK dulu.
Negeri ini membutuhkan guru-guru berkualitas untuk menjawab tantangan dalam mendidik generasi baru.
Dan jika Anda ingin membuat perubahan, kecil atau besar dalam kehidupan orang lain, menjadi guru adalah salah satu pilihan terbaik dan menyenangkan.
(agus ponda/ganesha/diadopsi dari enggarnt)

MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Ditulis oleh Unknown ~ 15 Februari 2012


Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.






Begitu juga dengan sekolah kami tercinta ini, telah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada :

Hari                :  Selasa
Tanggal         : 14 Pebruari 2012 / 21 Rabiul Awal 1433 H

Tempat         :  Halaman sekolah SMP Negeri 2 Serang Baru


Pembicara Bpk. Ust.dari Jonggol. Adapun kegiatan ini mengangkat tema "MARI KITA BUDAYAKAN PERGAULAN YANG ISLAMI DIKALANGAN SISWA-SISWI", dan juga kegiatan ini akan dimeriahkan oleh penampilan-penampilan yang bernuansa islami, seperti rebana, Pidato Inggris, dll. Diprediksi perayaan kali ini akan berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menampilkan kegiatan pengajian maulid nabi saja.






Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan sejaran tentang kelahiran seorang manusia paling mulia di Sisi Allah, yaitu Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan yang baik, sehingga diharapkan para siswa dapat mencontoh perilaku beliau, apalagi akhir-akhir ini menjelang Ujian Akhir Nasional diharapkan pula sebagai pembekalan spiritual dalam menempuh ujian nanti.
 
Copyright © 2011. SMPN 2 SERANG BARU
Creating Website Published by Rachman Sc